- Nahrul Pintoko Aji S.Pd.,M.A. publish : 2026-06-26 08:28:38
1 bulan lalu
LP2M UIN SMH Banten Gelar Diskusi Kajian Ilmiah tentang Cimande dan Debus dalam Perspektif Eurocentris
Serang, 25 Juni 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali menyelenggarakan Diskusi Kajian Ilmiah #2 dengan tema “Cimande & Debus from a Eurocentric Perspective” pada Kamis (25/6/2026) di Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh akademisi, mahasiswa, peneliti, serta pegiat budaya Banten.
Diskusi ilmiah ini menghadirkan Prof. Randy van Zicchem dari Anton de Kom University of Suriname sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Prof. Randy mengulas tradisi Cimande dan Debus melalui sudut pandang Eurocentris, yaitu perpektif orang eropa terkait cimande dan debus serta cara pandang yang berkembang dalam tradisi keilmuan Eropa terhadap budaya-budaya di luar Barat. Kajian tersebut membuka ruang refleksi kritis mengenai bagaimana warisan budaya Nusantara, khususnya Banten, dipahami, direpresentasikan, dan ditafsirkan dalam berbagai literatur internasional.
Acara dipandu oleh Sulaiman Djaya, budayawan Banten yang bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta mulai dari sejarah Debus, apakah Debus itu sebagai bela diri atau hanya hiburan, serta bagaimana orang eropa belajar meneliti mengenai pembelajaran Debus modern ke traditional hingga teknik atau metode yang digunakan untuk menjelaskan Debus secara ilmiah dan juga dari segi ilmu sains.
Ketua LP2M UIN SMH Banten, Prof. Mufti Ali, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LP2M untuk memperkuat budaya akademik sekaligus memperluas perspektif kajian mengenai khazanah budaya lokal.
Ketua Debus Banten juga menjelaskan Debus sudah ada sejak zaman Sultan Ageng Tirtayasa, dan juga mengenai orang yang bisa silat belum tentu bisa Debus tetapi orang yang bisa Debus sudah pasti bisa silat.
Serang, 25 Juni 2026.
Yuliana Pradani (mahasiswi Prodi SPI)